Blue Mountain Strategy

“Hidup ini merupakan pentas kompetisi. Berkompetisi terhadap bayang-bayang diri sendiri, kompetitor internal maupun kompetitor eksternal. Dan bila ingin terus ‘hidup’, jangan pernah takut berkompetisi. Kompetisi mestinya menjadi kegemaran bagi para pelaku bisnis tulen.” (Hakiki Kompetisi “7n1″ Competition Strategy)

Sejuk, dengan fasilitas rekreasi yang terus bertambah dan semakin banyak dikunjungi wisatawan merupakan karakteristik dari areal wisata “Blue Mountain” yang berjarak tempuh dua jam perjalanan darat dari Sidney-Australia. Dan ‘kehidupan’ yang ada di sana, baik kehidupan manusia maupun kehidupan bisnis, semuanya tertuju pada pesona alam yang ‘mati’. Daerah pegunungan yang antara lain menampilkan batu raksasa yang berbentuk seperti tiga orang gadis yang diberi nama The Three Sisters dikelilingi danau dan hutan yang alami.

Konon ada tiga gadis bersaudara yaitu Meehni, Wimlah dan Gunnedoo yang berasal dari suku Katoomba yang hidup di Jamison Valley di daerah Blue Mountain. Ketiga gadis tadi jatuh cinta dengan tiga cowok dari suku Nepean yang dilarang menikah dengan suku Katoomba.

Ketiga cowok tadi merasa sedih dan memutuskan menggunakan kekuatan untuk merebut ketiga gadis tadi sehingga terjadi perang. Dan ketika nyawa ketiga gadis tersebut ada dalam bahaya, seorang cenayang menjadikan ketiga gadis tersebut dalam bentuk batu yang berukuran besar. Hanya saja cenayang tadi terbunuh pada peperangan, sehingga ketiga gadis tidak bisa kembali berubah bentuk sebagai manusia. Dan jadilah The Three Sister sebagi legenda sampai sekarang.

Cerita The Three Sisters yang hanya sekedar legenda tersebut ternyata berhasil‘menghidupkan’ Blue Mountain. Dan untuk menikmati bebatuan yang ‘mati’ tadi, wisatawan bisa menggunakan sepeda motor, mobil 4 WD, bus khusus, kereta api khusus, kereta gantung dan bahkan ‘cukup’ dengan jalan kaki santai. Dan jalan kakipun ada yang namanya “Blue Creative Walking”, “Walkway” atau “Walkabout”. Singkatnya: banyak cara mencapai tujuan menikmati Blue Mountain.

Dan kalaupun artikel ini diberi judul “Blue Mountain Strategy”, sesungguhnya bukan berarti sudah ada strategi bisnis yang diberi nama seperti itu. Judul tersebut hanya untuk menggambarkan ‘belantara’ strategi bisnis yang beragam, dan terakhir ini disegarkan dengan hadirnya “Blue Ocean Strategy” karya W. Chan Kim dan Renee Mauborgne