Category
- Marketing (1)
- Competiveness (1)
- Strategy (2)
- Branding (1)
- Marketing Communication (1)
- test (1)
Recent Post
Top Posts
- Cuci Tangan (1979)
- 7n1 Strategy (1632)
- Memagut Kompetitor (1562)
- Lentur (1376)
- TETAP SEGAR (1097)
TETAP SEGAR
Mau tampil segar agar awet muda? Ada yang memberi resep makan sayur. Ada yang menganjurkan banyak olahraga. Ada juga yang menyarankan pikirkan saja hal-hal yang bikin hidup bergairah dan terus bergerak.
Banyak resep, banyak mitos, banyak juga vitamin yang diresepkan dokter. Apapun cara yang mau dipilih, umur terus bertambah dan tidak bisa disetop agar kita tetap awet muda.
Meskipun kita sadar ada fenomena daur hidup termasuk daur hidup perusahaan, pengelolaan perusahaan perlu mencoba melawan arus sehingga perusahaan tidak jadi tua dan mati. Perusahaan harus terus berupaya menyegarkan dirinya sendiri. Dengan membuat dirinya tetap segar, perusahaan bisa menjaga semangat kerja personil agar punya energi untuk terus bergerak dinamis. Perusahaan juga perlu terus menyegarkan sendiri agar konsumennya tidak bosan dan tetap loyal. Dengan terus tampil segar, perusahaan juga punya daya ekstra untuk menarik pelanggan baru.
Balam upaya membuat perusahaan tetap segar, kita hargai kreativitas dan kerja keras tanpa henti dari Bank Muamalat Indonesia (BMI). Meskipun menjadi bank syariah tertua di Indonesia tetapi BMI terus mampu menjadi trend setter, misalkan melalui Shar-E. BMI mampu keluar dari sindrom kekonservatifan. Beraliansi dengan PT Pos Indonesia, BMI memasarkan Shar-E melalui lebih dari 1.000 kantor pos online. Berbagai fasilitas dan keunikan Shar-E tersebut membuat produk ini berbeda dari produk lain di perbankan. Kehadiran Shar-E juga memperkuat citra Bank Muamalat sebagai bank syariah. Inovasi telah membuat Bank Muamalat mampu menembus keterbatasan sumber daya yang dimilikinya.
Siklus Perusahaan
Bagaikan roda yang berputar, siklus hidup perusahaan juga terus bergulir. Terdapat tujuh siklus hidup perusahaan yaitu: start-up, infant, youth, growing, aging, declining, dan phase-out. Setelah melewati masa-masa start-up, infant, dan youth, perusahaan bisa memetik hasil kerja kerasnya pada masa growing. Namun seringkali terjadi bahwa bila perusahaan telah mampu melampaui masa growing pains, pelaku bisnis biasanya sudah merasa nyaman, padahal pada titik inilah akan hadir titik kritis. Perusahaan dihadapkan pada dua pilihan besar, yaitu terus mengelola perusahaan seperti apa adanya sehingga akhirnya perusahaan menjadi tua renta, atau memilih untuk tetap tampil segar.
Bila memutuskan untuk berbisnis seperti apa adanya, maka bersiap-siaplah untuk menghadapi siklus aging dan declining, berikut segala risiko bisnisnya. Namun bila memutuskan untuk tetap tampil segar, maka perlu mengembangkan strategi baru yang lebih berfokus pada bisnis, dan perlu dibuat sistem menajemen yang lebih profesional. Menjadi perusahaan yang tetap segar juga sangat menarik. Keuntungan akan terus meningkat, nilai investasi berada pada puncaknya, dan semakin banyak stakeholder yang terlibat. Lebih dari itu, akan banyak pula pemain lama yang mulai ‘melirikkan matanya’ karena baru menyadari bahwa ada pesaing baru yang segar dan cantik di pasar mereka.
Dan normal saja jika kemudian para kompetitor merasa perlu pula mempersegar dan mempercantik diri dengan mulai melakukan berbagai tindakan reaktif. Sebagai dampaknya kehidupan jadi lebih menarik karena semuanya menjadi lebih segar dan cantik.
Namun jangan takabur, roda terus berputar. Pebisnis harus juga menyadari bahwa di hadapan mereka akan selalu ada fase aging dan declining. Karena itu, pebisnis terus ditantang oleh dua pilihan tadi: menjadi tua renta, atau tetap tampil segar. Untuk dapat tetap segar, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh perusahaan.
- Menganalisa dan meningkatkan peran SDM
Berbagai pendidikan dan pelatihan juga perlu diberikan untuk meningkatkan kapabilitas para manajer. Para karyawan perlu diminta untuk memikirkan kembali peran dan tanggung jawab yang mereka emban saat ini, serta peran dan tanggung jawab yang sebaiknya mereka emban di kemudian hari. Proses ini bisa saja memerlukan terjadinya perubahan struktur organisasi perusahaan.
• Mencari mitra bisnis
Perusahaan yang telah memasuki fase aging bisa menjadi tetap segar dengan cara bermitra dengan generasi yang lebih muda, sehingga bisa saling melengkapi dan dapat mempertahankan bisnisnya pada tingkat produktivitas dan penghasilan yang tinggi. Jika pebisnis tua dan pebisnis muda saling bermitra, pada saat perusahaan pebisnis tua mencapai fase aging, maka perusahaan pebisnis muda baru pada fase start-up. Dan jika pebisnis tua mencapai fase declining, maka pebisnis muda baru berada pada fase growing.
Dengan bermitra, maka di saat pebisnis tua berada pada fase aging dan declining, dia dapat menyumbangkan kapital dan keahlian manajemennya kepada pebisnis muda yang masih berada di fase start-up. Sebaliknya, pada fase tersebut pebisnis muda dapat menyumbangkan tenaga kerjanya kepada pebisnis tua.
• Melakukan spesialisasi bisnis
Perusahaan yang sudah melewati masa aging umumnya sudah mencapai tingkat efisiensi kerja optimal, dan bahkan seringkali sudah mengembangkan bisnisnya sehingga tidak lagi hanya menggeluti bisnis pertama. Misalnya, peternak yang pada masa start-up hanya berencana untuk beternak unggas petelur, di fase aging telah mampu mengembangkan usaha dengan beternak unggas potong.
• Memperluas pasar
Pada fase start-up dan infant, perusahaan perlu mencari sebanyak mungkin konsumen inti untuk membantu menumbuhkan bisnis. Bila konsumen inti telah diperoleh, dan perusahaan terus bergerak ke fase youth, maka perusahaan harus berfokus pada ceruk pasar atau segmen yang sudah ada untuk membentuk awareness dan market interest. Dalam fase growing, perusahaan menjadi dominan dalam wilayahnya, terus bertumbuh dengan cepat dengan segmen pasar awal dan mulai membuka pasar-pasar baru untuk tetap tumbuh. Selama tahap aging, pendapatan perusahaan tetap bertumbuh, tapi pangsa pasar yang dimiliki mulai turun bila perusahaan mencoba mengembangkan sayapnya terlalu lebar. Ini adalah titik kritis bagi sejumlah perusahaan. Salah satu cara untuk tampil segar kembali adalah dengan memperluas pasar. Bermitralah dengan pihak lain untuk melakukan usaha pemasaran bersama dan ciptakan permintaan sebanyak-banyaknya untuk memperluas penetrasi secara geografis.
• Penyegaran berkelanjutan
Pada tiap tahapan siklus hidup perusahaan seharusnya dilakukan upaya penyegaran, tidak perlu menunggu menjadi tua. Karena itu, pada setiap siklus hidup perusahaan, manajemen perlu memahami tantangan apa saja yang mungkin dihadapi, dan apa saja fokus kegiatan yang perlu dilakukan, tentunya dengan kemampuan sumberdaya yang dimiliki.
(Dimuat di Bisnis Indonesia, Online. Jumat, 11/05/2007 09:32 WIB)
Wordpress support
February 4th, 2009 at 9:03 pm
7 n1 Strategy Ni Buku nya Bagus bgt, Saya Banyak Belajar dari Buku ini. Arrbey Tuhan Yesus Berkati
February 18th, 2010 at 11:54 pm
wah makasih buat artikelnya bro, mayan lagi belajar bisnis nih..