KUNING TELOR ASIN YANG TIDAK ASIN

Berkomunikasi dengan publik menjelang pemilu memang sensisitf. Bisa-bisa diartikan jauh banget, seperti komentar yang bertubi-tubi diterima Bung Andy karena mewawancarai Megawati di Kick Andy sehingga perlu dibuatkan tulisan untuk menjelaskannya. Tetapi sebelum judul tulisan ini diartikan nyerempet kampanye juga, buru-buru mendingan saya jelaskan bahwa saya memang sedang bermaksud menulis tentang telor asin beneran.

Waktu liburan Natal barusan, saya dan keluarga besar orang tua berkumpul di Jogja dengan bermobil. Dari Jakarta menuju Cirebon dan Semarang, kami lewat dan mampir di Brebes baik waktu perjalanan berangkat maupun baliknya. Sebagai penggemar ’yang asin-asin’, kami beli seabreg telor asin, apalagi waktu perjalanan baliknya. Ada telor asin rebus, bakar dan juga yang masih mentah.

Telor asin yang rebus dan bakar langsung disantap di mobil. Tidak sabar menunggu sampai rumah. Telor yang mentah sesampai rumah langsung diceplok,dan selama beberapa hari menu makanan selalu dilengkapi ceplok telor asin yang amboi nikmat.

Apapun jenis telor asin yang disantap, ada kesamaannya yaitu kuning telor asin relatif tidak asin apalagi bila dibandingkan dengan putih telor yang asin banget. Memang ada penjelasan ilmiah mengapa kuning telor asin tidak ikutan asin, tetapi kali ini kita diskusikan yang enteng-enteng saja dan implementasinya dalam kehidupan sosial.

Saya salut bahwa kuning telor relatif tidak terkontaminasi oleh asinnya lingkungan terdekatnya. Dan kalau kita asosiasikan dengan kehidupan sehari-hari, khususnya di tahun baru 2009 yang penuh tanda tanya, kuning telor bisa menginspirasi kita. Apapun yang terjadi dan segaduh apapun kemeriahan lingkungan kita, lebih baik kita punya prinsip yang tegar seperti kuning telor asin. Tentu saja bukan berarti ’cuek’ tidak peduli lingkungan, tetapi punya prinsip melakukan yang terbaik dalam rangka memberi manfaat yang sebesar-besarnya.

Karena kuning telor asin berbeda warna dan rasa dibandingkan putih telornya maka kita bisa merasakan variasi manfaat. Anak saya ada yang doyan putih telor yang asin banget, tetapi ada yang lebih doyan pada kuning telor yang tidak asin sehingga seluruh anak saya bisa ikutan menukmati telor asin.

Dengan prinsip kuning telor asin tersebut di atas, kita masuki tahun 2009 yang penuh tantangan dengan semangat memberi bagi kepentingan lingkungan, bangsa dan negara.

Betul nggak?