Rabu, 28 Oktober 2009, Dr. Handito Joewono mengadakan Serial Sarasehan Lounching Pusat Pendidikan dan Pengembangan Pengusaha Baru (P4B) - GPS, “Masa Depan Cerah Sebagai Pengusaha”, yang dihadiri oleh Suratto Siswodihardjo selaku Ketua Dewan Penyantun dan Menteri KUKM, Syarifuddin Hasan, beliau hadir untuk meresmikan program P4B, bertempat di Gedung Smesco lt. 5, Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.
“Melalui kegiatan sarasehan, peserta akan termotivasi dengan mengetahui “rahasia” bahwa ada cara sederhana untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi “pengusaha” sehingga diharapkan berdampak pada paradigma pendidikan yang positif tentang mahasiswa yang lulus pada akhirnya sehingga sudah siap untuk menjadi entrepreneur. Berjalannya waktu, lambat laun pengangguran di Indonesia akan dapat teratasi” itulah tujuan diadakan dan diresmikannya Serial Sarasehan ini.
Dalam kegiatan ini, Dr. Handito Joewono selaku Chief Strategy Consultan Arrbey yang menjadi pembicara membahas mengenai perlunya pengusaha-pengusaha baru di Indonesia sebagai pembuka lapangan kerja, pembuka lapangan usaha, serta mover ekonomi - industri kreatif. Selain itu pentingnya “mencetuskan” new entrepreneur untuk dis-equilibrium antara pertumbuhan ekonomi dengan angkatan kerja dan pengangguran, pasar luar negeri terbuka, serta sedikitnya jumlah pengusaha.
Disamping itu, bukan hanya menjadi entrepreneur yang biasa saja, Dr. Handito Joewono juga menjelaskan seperti apa seharusnya pengusaha baru itu, antara lain :
Tidak semua entrepreneur memiliki kemampuan seperti tersebut diatas. Dengan adanya seminar ini, Dr. Handito Joewono berharap akan munculnya new youngs entrepreneurship di Indonesia.
Tidak hanya itu saja, Suratto Siswodihardjo juga menambahkan “Pentingnya pengusaha baru bagi Indonesia untuk membuka lapangan pekerjaan, jangan lagi sarjana menjadi pencari kerja tapi harus bisa menjadi penyedia lapangan pekerjaan bagi orang lain.” ungkapnya
Seminar kegiatan P4B ini diresmikan oleh Menteri KUKM (Koperasi Usaha Kecil dan Menengah), Syarifuddin Hasan dengan menandatangani surat peresmian.