350_250_HanditoHandito Hadi Joewono, adalah sosok pencampuran antara konsultan intelektual, pengalaman, dan semangat bisnis. Didukung oleh nasionalisme semangat, motivasi untuk bekerja keras dan fress terlihat membuatnya dapat memberikan nilai bagi banyak orang untuk klien dan bangsa ini. Begitulah Arrbey team mendeskripsikan sosok Handito Hadi Joewono. Pria yang biasanya dipanggil Han ini adalah anak dari Hadi Joewono dan ibunya Sri Soehartini yang lahir di Mojokerto, 2 Oktober 1963. Ia menghabiskan masa kecilnya sampai lulus SMA di pinggiran kota Jombang yang majemuk dan penghasil produk pertanian. Kondisi lingkungan tersebut merupakan salah satu dorongan kuat sehingga akhirnya ia belajar di Institut Pertania Bogor (IPB). Masa kecil Handito yang berada di lingkungan bisnis memberinya inspirasi untuk berwirausaha. Pengalaman bisnis pertamanya dimulai saat ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu berbisnis ayam petelor, meskipun ia harus merasakan kegagalan secara langsung karena ratusan ayam yang dipeliharanya terserang penyakit tetelo dan mati, ia tetap berpikiran positif karena adanya dukungan sang ayah. Han merupakan alumni jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIN) IPB yang mendapatkan gelar sarjananya pada tahun 1987, dan ia pun kembali meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi Pertanian di IPB tahun 2008.

Jiwa kewirausahaan yang telah ia miliki sejak kecil kembali diwujudkannya saat ia kuliah S! di IPB, ia memproduksi dan menjual copy stensil koleksi soal ujian sebelumnya ke teman kuliahnya. Baginya, pengalaman berkuliah di IPB merupakan pengalaman yang sangat mengesankan. “Selama kuliah di IPB, saya belajar menjadi orang Indonesia yang ‘Bhineka Tunggal Ika’. Inspirasi bisnis di Arrbey yang bergerak di bidang konsultasi bisnis dan pemasaran pun saya peroleh saat saya kuliah S3 di IPB,” ujar Han. Selain aktif berbisnis, Ayah dari Vania Stella, Roberto Evans, Alberto Hans, dan Davin Johann juga aktif dalam kegiatan organisasi. Handito bergabung dalam Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai anggota dan Kementerian Perdagangan RI sebagai juri Primaniyarta Award di tahun 2005 hingga 2011, ia juga bergabung dalam Lembaga Produktivitas Nasional sebagai anggota di tahun 2005 hingga 2013, sekaligus ambil andil menjadi anggota dewan pendidikan tinggi di Kementerian Pendidikan Nasional.

Salah satu prestasi besar yang ditrehkan Han ialah saat ia bergabung dengan salah satu organisasi bisnis terkemuka, Kamar Dagang dan Industri  (KADIN) Indonesia. Ia sempat menjadi sekretaris tim review RUU Perdagangan, ketua panitia pelaksana Rakornas Perdagangan KADIN, ketua pokja pemasaran dan pemrakarsa gerakan nasional gemar produk Indonesia, wakil ketua komite tetap pengembangan produk dan pemasaran, ketua komite tetap pendidikan, pelatihan, dan magang, ketua tim perumus roadmap SDM dan ketenagakerjaan, hingga pada tahun 2010, ia dipercaya menjadi ketua tim perumus buku butir-butir pemikiran sinergi dunia usaha, pendidikan, dan pelatihan dan pada tahun yang sama KADIN Indonesia mempercayakan ia sebagai ketua Panpel Eco Products International Fair. Keaktifannya di KADIN Indonesia inilah yang kemudian membawanya dipercaya untuk menjadi ketua komite tetap peningkatan penggunaan produksi dalam negeri.

Perjalanan karirnya yang panjang tentu didukung oleh berbagai kegiatan dan keaktifan yang ia lakukan. Ia menapakkan jejak karirnya di PT. Branding Indonesia dan PT. Arrbey. Pada tahun 2007-2009 ia menjadi presiden PT. Branding Indonesia, kemudian di tahun 2009 ia menjadi chairman PT. Branding Indonesia, dan tentunya ia sebagai Direktur PT. Arrbey Indonesia sejak tahun 2003. Kontribusinya di PT. Arrbey memberikan peningkatan yang signifikan. Tahun 2005 sampai sekarang ia dipercaya menjadi Chairman PT. Arrbey International. Sejak tahun 2003-sekarang alumnus IPB ini semakin meneguhkan karirnya dengan menjadi president & chief strategy consultant Arbeyy Group (bidang konsultasi strategi dan pemasaran).