One Family One Business (OFOB)

Program Satu Usaha Bisnis untuk Satu Keluarga Indonesia

 

 

Peningkatan kesejahteraan rakyat dan pemberdayaan keluarga membutuhkan prasarana praktis implementatif yang mengakar di segenap pelosok wilayah Indonesia. Program penumbuh-kembangan perusahaan keluarga (family enterprise) di seluruh keluarga Indonesia, diusulkan diberi nama “One Family One Business” disingkat “OFOB” atau Program Satu Usaha Bisnis untuk Satu Keluarga Indonesia (Program SUBUSKI), merupakan jawaban kongkrit upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dan pemberdayaan keluarga Indonesia.

 

Melalui OFOB diharapkan terjadi gerakan efektif ekonomi kerakyatan untuk ‘wong cilik’ dan keluarga muda Indonesia yang akan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi partisipasi pelaku usaha nasional khususnya yang berskala mikro, kecil dan menengah yang sekaligus meningkatkan kegotongroyongan dalam pembangunan nasional dan secara nyata menujukkan kehadiran negara untuk memfasilitasi, memberi perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

 

Melalui OFOB, animo berwirausaha yang sudah meningkatkan beberapa tahun terakhir ini terutama di kalangan generasi muda akan menemukan wujud implementasinya. Seperti kita pahami bahwa banyak potensi memulai usaha bisnis yang tidak terimplementasi dengan berbagai alasan. Demikian pula banyak wirausaha pemula yang gagal meneruskan usaha bisnisnya karena gagal bersaing dan bahkan tidak sedikit calon wirausaha muda yang gagal menjalankan ide-ide bisnis kreatif karena berbagai permasalahan. Penumbuhkembangan perusahaan keluarga (family enterprise) kiranya bisa menjadi solusi untuk masalah-masalah tersebut di atas.

Perusahaan keluarga (family enterprise) merupakan usaha bisnis yang dipunyai dan dikelola oleh satu keluarga. Satu keluarga sebagai pengendali usaha bisnis fenter bisa berupa satu orang pendiri, satu orang pemilik dominan, beberapa orang dari satu keluarga inti atau banyak orang dari satu keluarga besar ketika perusahaan sudah berevolusi.

 

Perusahaan keluarga memiliki peran sangat besar pada perekonomian dunia termasuk di negara-negara modern seperti Amerika Serikat, Korea, Jepang dll yang sebagian besar perusahaan disana juga merupakan perusahaan keluarga. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Family Firm Institute, Inc pada tahun 2014, peran fenter pada perekonomian nasional di Amerika Serikat mencapai 80-90%, di Jepang 90%, di China 85%, di Spanyol 75% dan di Italia bahkan 93%.  Kontribusi perusahaan keluarga pada perekonomian Indonesia lebih dari 70% yang menggambarkan peran multinasional dan BUMN yang juga penting dalam perekonomian nasional Indonesia.

 

Keberlanjutan merupakan salah satu tantangan utama dalam pengelolaan usaha bisnis yang dikendalikan oleh keluarga.  Idiom bahwa “generasi pertama mendirikan, generasi kedua membesarkan, dan generasi ketiga menghancurkan” seolah menjadi ‘momok’ dalam pengelolaan family enterprise. Memang tidak banyak perusahaan keluarga yang bisa tumbuh berkelanjutan.  Lebih dari separoh perusahaan keluarga akan mati dalam proses pendirian dan perjalanan hidupnya.  Oleh karenanya dibutuhkan program pendampingan untuk membuat perusahaan keluarga mampu bersaing dan tumbuh berkelanjutan.

 

Dengan memperhatikan uraian tersebut di atas, maka direkomendasikan penyelenggaraan program terpadu penumbuh-kembangan perusahaan keluarga (family enterprise) di seluruh keluarga Indonesia, yang diberi nama “One Family One Business” disingkat “OFOB” atau Program Satu Usaha Bisnis untuk Satu Keluarga Indonesia (Program SUBUSKI) yang terdiri dari beberapa bagi program utama sebagai berikut:

A. Program Kewirausahaan Keluarga (Family Entrepreneurship)

  • Program Kewirausahaan Sejak Usia Dini
  • Program Kewirausahaan Pemuda
  • Program Kewirausahaan Mahasiswa
  • Program Kewirausahaan Perempuan
  • Program Kewirausahaan berbasis Multimedia

B. Program Akselerasi Pendirian Usaha Bisnis Keluarga

  • Pembentukan unit layanan pendirian usaha bisnis keluarga di tingkat desa dengan mengadopsi konsep One Viilage One Product (OVOP). Untuk tahap awal akan dipilih beberapa desa percontohan yang siap menjalankan OFOB.
  • Pengembangan dan penyebarluasan materi pendirian dan informasi peluang usaha bisnis keluarga dengan melalui buku, selebaran dan sarana multimedia termasuk televise, website dan social media.
  • Penyederhanaan perijinan dan prosedur mendapatkan permodalan usaha bisnis keluarga
  • Pengembangan skema pembiayaan dan permodalan usaha bisnis keluarga melalui APBN, perbankan dan lembaga keuangan non bank.
  • Pengembangan personalia dan jaringan pembina usaha bisnis keluarga dengan mengoptimalkan jaringan perbankan, BUMN dan incubator bisnis.

C. Program Peningkatan (scaling up) Usaha Bisnis Keluarga

Perusahaan keluarga yang sudah ada perlu ditingkatkan kelasnya agar semakin mampu bersaing dan semakin berkontribusi pada perekonomian nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat.